KEPANJEN, KABUPATEN MALANG – Ratusan guru Bahasa Inggris jenjang SMP dari berbagai wilayah di Kabupaten Malang berkumpul di aula SMPN 3 Kepanjen pada hari Sabtu (25/7/2026). Para pahlawan tanpa tanda jasa ini antusias mengikuti Pertemuan Rutin Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris yang kali ini mengusung agenda besar: Peningkatan Kompetensi Guru Bahasa Inggris Test Kemampuan Akademik (PKGBI TKA).

Acara yang berlangsung hangat dan interaktif ini dibuka secara resmi oleh ketua MGMP, Angga Agus Kariyawan. Setelah seluruh peserta bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kegiatan langsung dilanjutkan dengan pemaparan materi-materi bernas yang dirancang khusus untuk menjawab tantangan dunia pendidikan modern.

Sesi pertama diisi dengan pembedahan materi terkait Tes Kemampuan Akademik (TKA) yang disampaikan dengan lugas oleh Ibu Mistiani, guru Bahasa Inggris dari SMPN 2 Sumberpucung. Materi ini membekali para pendidik dengan strategi evaluasi akademik yang lebih tajam dan terukur.

"Kesehatan mental pendidik adalah kunci keberhasilan di ruang kelas. Guru yang bahagia akan secara otomatis menularkan energi positif dan semangat belajar kepada murid-muridnya."

Menariknya, panitia penyelenggara tidak hanya berfokus pada peningkatan hardskill, namun juga menyentuh aspek psikologis. Hal ini dibuktikan dengan diselenggarakannya sesi khusus bertajuk "Guru Harus Bahagia". Sesi ini dipandu langsung oleh pakarnya, Ibu Risa Rahmawati, S.Psi., M.Psi., Psikolog, yang merupakan trainer, motivator, sekaligus asesor dari RS Husada Bunda. Pemaparan beliau sukses menyegarkan pikiran dan memantik senyum para peserta yang hadir.

Memasuki sesi krusial di era digitalisasi pendidikan, Ketua MGMP Bahasa Inggris Kabupaten Malang, Bapak Angga Agus Kariyawan, S.Pd., mengambil alih panggung. Beliau memaparkan terobosan inovatif mengenai pemanfaatan website resmi dan aplikasi MGMP untuk merancang perangkat ajar secara menyeluruh dan terintegrasi.

Sistem digital yang diperkenalkan ini mampu memfasilitasi guru dalam menganalisis CP (Capaian Pembelajaran), TP (Tujuan Pembelajaran), ATP (Alur Tujuan Pembelajaran), Prota, Promes, hingga penyusunan KKTP, LKPD, Modul Ajar, dan Bahan Ajar. Puncak dari sesi ini adalah diskusi dan praktik langsung di mana para guru pandu menggunakan AI RPP Generator. Melalui sentuhan Kecerdasan Buatan, proses penyusunan modul ajar dari awal hingga akhir menjadi jauh lebih efisien, terstruktur, dan inovatif.

"Secara umum, pelatihan hari ini sangat memuaskan dan bermanfaat. Fasilitator memberikan penjelasan yang mudah dipahami, menunjukkan sikap yang memotivasi, serta menginspirasi kami untuk membuat skenario pembelajaran yang lebih baik," ungkap seorang guru Bahasa Inggris dari SMP Negeri 3 Ngantang Satu Atap yang turut menjadi peserta.

Metode pelatihan kolaboratif yang digunakan terbukti membuat peserta memahami unit-unit materi dengan jauh lebih cepat. Seluruh ilmu yang dibagikan hari ini diharapkan tidak hanya menyegarkan wawasan, tetapi juga dapat segera diimplementasikan untuk memberikan pengalaman belajar terbaik bagi murid-murid tercinta di sekolah masing-masing.